Sebulan setelah kecelakaan yang menimpa Dzakka, pernikahan Anaya dan Dzakka berlangsung dengan meriah di gedung dengan konsep tradisional Jawa. Siraman di lakukan sehari sebelum akad nikah di rumah masing masing mempelai. Walau ini pernikahan kedua Dzakka tapi tetap ada perasaan gugup dihatinya. Begitupun Anaya yang harus menikah tanpa didampingi kedua orang tuanya, hanya om dan tantenya saja dan si kecil Erika, saat acara siraman berlangsung air mata Anaya mengalir tanpa bisa ditahan karena hanya om dan tantenya saja yang memandikannya. Tante Anisa menguatkannya dengan menggenggam tangan Anaya. Saat resepsi Anaya memakai baju pengantin adat Jawa yaitu kebaya berwarna broken white dengan aksesories Bungan melati dan mawar di rambutnya, membuat kecantikan Anaya terpancar, p

