#Heru dan Teror# Chiko masih melamun di kelasnya. Dia masih memikirkan kejadian kemarin, hal yang membuatnya galau setengah mati. Sekarang dia melihat Gigih dari sisi yang berbeda. Gigih adalah kakak sepupunya. Lelaki. Cowok. Berbatang. Juga... ganteng. Chiko iri dengan ketampanan Gigih, namun sekarang dia bukan merasa iri lagi. Chiko malah merasa cemburu dengan orang yang mengagumi Gigih. Gigih itu miliknya, tahu! Ah, tiap kali membayangkan itu, jantung Chiko berdegup kencang. Hatinya menghangat. Ada rasa bahagia dan "kya-kya" yang tak kasatmata ketika membayangkan itu. Hati Chiko benar-benar diuji oleh ketetapannya sendiri. Dulu dia berjanji tidak akan pernah terpengaruh dengan godaan Gigih. Tetapi semuanya berbalik sekarang. Dia terpengaruh oleh godaan Gigih yang... tidak terkutuk, t

