Dilecehkan

1378 Kata

Hingga detik ini Jessica masih menunggu dengan perasaan cemas tak menentu, karena apa yang ia harapkan belum juga terwujud. Brendan tak kunjung menunjukkan tanda-tanda bahwa ia berhasil melewati masa kritisnya setelah menerima serangkai penanganan. Kedua mata wanita itu tampak begitu sembab dengan air mata yang tidak berhenti menetes membasahi wajah sendunya yang lelah. Ia terus memeluk tubuh suaminya dan membenamkan wajahnya di permukaan pada bidang Brendan yang terpasang beberapa alat medis. "Sayang, aku mohon cepat bangun dong. Jangan terus menutup kedua matamu di saat kita sedang bersama. Aku kangen kamu, aku ingin kamu bersikap manja lagi padaku seperti biasanya. Ayo bangun sayang, aku di sini untuk kamu. Aku menunggumu membuka mata. Aku siap melakukan apa pun untuk kamu. Aku janj

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN