? ~happywedding~ "Satu, dua... Cheesssee!" Klik. Klik. "Selamat ya Bro, merit juga akhirnya lo." Juna dan Utara memeluk Darrel bergantian. Darrel membalasnya dengan menepuk punggung mereka. Akhir-akhir ini dia jadi lelaki yang cengeng, entahlah. "Jagain adek gue, ya kalian." "Udah pasti, jangan kuatir." "Kupikir Dee udah bisa nerima semua, udah ikhlas. Tapi dengan liat cara dia nolak Papa--" Dua bulan lalu, Damanik berusaha menemui Dee. Juna pikir istrinya sudah baik-baik saja ternyata tidak. Padahal Dee selalu mengikuti terapi. Kini, perempuan yang tengah jadi perbincangan ketiga lelaki itu menghampiri mereka dengan senyum merekah dan tentu saja ada Etha dalam gendongannya. Bayi itu sudah tak mau diam. Kedua tangannya menggapai-gapai ke arah Juna. "Whoaaa, cantik-nya Papi

