“Grrrr.” Hantu raksasa berbulu itu terus menggeram marah menatap keempat anak di hadapannya. Tangannya terkepal rapat hingga urat-urat besarnya terlihat menimbul di sepanjang lengannya. Karin, Lizy, Denis dan Koi hanya bisa terus mundur perlahan, tidak siap melawan makhluk yang tingginya saja lebih dari dua kali lipat tinggi tubuh mereka. Namun, seiring mereka bergerak mundur, makhluk itu justru mulai melangkah maju. Satu langkahnya saja bisa sampai sepuluh kali lipat langkah mereka. Ya, kini mereka sadar, makhluk itu sama sekali bukan tandingan mereka. Keempatnya pun mulai gemetar ketakutan, terlebih Lizy. Dan belum kelar masalah mereka dengan si raksasa berbulu itu, kini dari seluruh penjuru sisi hutan, berbondong-bondong datang para penghuni hutan yang siap mengepung Karin, Lizy, Den

