Dokter Ariyan menyiapkan sebuah kamar VVIP di rumah sakit ini beserta tiga ranjang dan tiga paket alat-alat medis. Dengar-dengar katanya beliau merogoh kocek yang begitu besar untuk membujuk pihak rumah sakit agar mereka mau menyewakan ruangan ini untuknya dengan alasan yang tidak masuk akal. Awalnya mereka ragu memberikannya, tapi jika dipikir-pikir, ruangan ini memang jarang ada yang menempati. Sekarang Dokter Ariyan mau membayar dengan harga yang bahkan lebih besar dibanding dengan yang seharusnya. Itu keuntungan besar bagi rumah sakit swasta seperti ini. Akhirnya mereka pun mau menyetujuinya dengan syarat, Dokter Ariyan tidak akan membawa-bawa perusahaan jika terjadi sesuatu. Dan ya, kini, di ruangan inilah Karin, Lizy dan Denis berada. Ruangan besar bernuansa putih berpadu dengan seg

