Lizy dan Denis membuka mata bersamaan. Mata mereka mengerjap perlahan, menerima cahaya terang di sebuah ruangan bernuansa putih yang berpadu dengan perabotan dengan warna senada—kuning kecokelatan. Ya, mereka telah sadar dan bangun di sebuah kamar VVIP rumah sakit yang sudah di sewa oleh ayah Denis, Dokter Ariyan. Kebetulan beliau juga sedang ada di ruangan ini, tengah sibuk mengganti kantung infus milik Karin. Sepertinya ia belum sadar kalau Lizy dan Denis sudah siuman. Setelah selesai berkutat dengan infus Karin, Dokter Ariyan berjalan pelan ke sisi ranjang yang ditempati Lizy untuk mengganti kantung infusnya juga. Dan saat itu juga ia langsung terkejut bukan main ketika melihat kelopak mata gadis itu yang sudah terbuka lebar. Lizy bahkan sempat-sempatnya melambaikan tangan sambil berka
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


