Megah. Itulah kata pertama yang terlintas dalam benak Karin dan kawan-kawan begitu mereka menginjakkan kaki di hadapan istana bawah laut, yang katanya adalah singgasana dari sang ratu laut selatan, Nyi Roro. Dinding bebatuan hijau setinggi enam meter membentengi seluruh bangunan istana. Menyisahkan celah melengkung tepat di bagian tengah, sebagai pertanda kalau itu adalah gerbang masuk menuju istana. Sementara bangunan istana yang menjulang tinggi meruncing di tengah-tengah wilayah sekitar benteng, seluruhnya terbentuk dari lapisan emerald berkilau yang begitu memanjakan mata. Benar-benar mengagumkan. Karin dan kawan-kawan mulai melangkah masuk sambil menatap ke atas dengan terpukau. Bagaimana tidak, di atas sana masih mengalir deras air laut berwarna biru kehijauan yang dilalui berbagai

