Sinar mentari menerobos masuk melalui jendela kamar Lizy. Mata gadis itu yang masih terpejam mulai bergerak-gerak hendak terbuka. Kepala dan tangannya yang semula terasa sulit digerakkan pun kini sudah bisa ia gerakan. Hingga kemudian, matanya mulai terbuka perlahan. Pemandangan dinding dengan wallpaper kelinci merah muda, itulah hal yang pertama kali dilihatnya. Dan itu juga yang berhasil mengusir semua sisa kantuknya yang masih tersisa di pelupuk matanya. Lizy langsung bangkit dari tidurnya. Ia terduduk dengan ekspresi terkejut. Sekali lagi pandangannya ia arahkan ke dinding, ya, ia memang tidak salah lihat. Ini memang benar kamarnya. Lizy pun tersenyum lebar, ia senang karena akhirnya ia bisa kembali ke dunia nyata. Ia melihat ke sampingnya, tempat seharusnya Karin tertidur. Dan ya, g

