Rei melepaskan pelukannya. Ia menarik tangan Ryu agar masuk ke dalam apartemennya. Kekasihnya itu melepaskan maskernya sambil menatap Rei dengan dahi yang berkerut kerut. Secara perlahan, ia juga melepas jaketnya dan melemparkannya ke kursi. "Cemburu apa?" Rei menahan senyum Oh, si Ryuga menggemaskan begini. Ryu menatap Rei sambil menanti jawaban, "Kamu menggodaku! Kamu tahu kalau aku menunggu penjelasanmu." "Penjelasan apa?" Rei tergelak. "Oh, aku gemas sekali," Rei melingkarkan kedua tangannya di d**a Ryu. Saking lebar d**a kekasihnya, kedua tangannya hampir tidak tertaut. Ryu langsung mencubit hidung Kirei, "Ini tidak lucu, cemburuku bukan lelucon." Rei berjinjit dan mencium bibir Ryuga dengan lembut. "Kamu tidak perlu cemburu." "Mau dengar cerita lengkapnya?" Rei menar

