Rei merapikan pakaiannya. Ryu hanya diam berbaring di atas tempat tidurnya sambil memperhatikan gerak gerik kekasihnya. “Apa lihat lihat?” Rei cemberut. “Kamu cuma bisa melepas, tapi tidak mau membantuku memasangnya lagi.” Ryu hanya tertawa, “I’m sorry. Tapi aku bukan ahli mengenakan pakaian perempuan. Menonton lebih menyenangkan.” Rei melompat ke arah tubuh kekasihnya hingga telungkup di atasnya, “Aku pergi dulu. Yang lain mungkin bertanya tanya mengenai apa yang aku lakukan di sini.” “Mereka tahu kamu ke sini?” Ryu melingkarkan kedua tangannya di tubuh Rei. “Tahu. Aku bilang ada yang mau kamu tanyakan,” jawabnya. “Jadi aku tidak bisa terlalu lama. Bye bye Ryuga…” “Hhh… Dari sini ke ke kantor? Atau bisa langsung pulang?” Ryu menatapnya. “Memanfaatkan sisa waktu rapat di hotel, lal

