BUKA BUKAAN

1621 Kata

Ohh.. Apa Ryu akan marah? Urusan pelukan belum berakhir, eh ada telepon masuk. Rei mengatupkan bibirnya menunggu reaksi Ryuga. "Kirei," Ryu mengambil ponselnya dan menolak telepon masuk tersebut. "What?" Rei terkaget kaget. "Ke-kenapa tidak kamu abaikan saja. Kalau kamu reject begitu, bisa jadi nanti dia menelepon lagi." Ryu menyimpan ponsel tersebut di atas meja samping tempat tidur. "Dia harus tahu kalau kamu tidak ingin diganggu," Ryu bicara dengan tegas. Rei terdiam beberapa saat, tapi kemudian tersenyum, "Ah, Ryuga, kamu lucu sekali." "Ini de ja vu.." Rei tersenyum lebar. "De ja vu apa?" Ryu mengerutkan keningnya. "Kamu ingat ada lelaki yang pernah mendekatiku, mmm.. Aku tidak akan menyebutkan namanya," Rei mengingat masa lalu. Ia lalu mencubit pipi Ryu, "Kamu ing

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN