Tamara memekik sekuat-kuatnya. Bayangan siapa itu? Apakah itu hantu? Ataukah … orang yang mau berbuat jahat? Tapi bagaimana laki-laki itu bisa masuk sampai ke kamar tidurnya? Bukankah penjagaan di rumahnya cukup ketat? Dan lagi, bagaimana bisa Dennis tidak menyadarinya? “Dennis! Bangun! Ada orang di kamar kita!” jerit Tamara. Suara teriakan Tamara yang kencang dan melengking itu begitu mengagetkan Dennis. Dengan cekatan dia beranjak menyalakan lampu kamar tidur. Namun ketika lampu kamar tidur sudah menyala, bayangan itu seketika lenyap begitu saja. “Orang siapa? Siapa yang kamu lihat?” tanya Dennis dengan mata memicing. Tamara beranjak dari ranjang. Dia lalu menghampiri tempat dimana sosok bayangan laki-laki itu berdiri tadi. “Di sini, sayang!” jawabnya seraya menunjuk-nunjuk. “Sumpah!

