Beberapa bulan kemudian Akbar dan Gista duduk disamping pusara seseorang yang berarti bagi mereka. Air mata Gista pun tak berhenti jika mengingat kenangan yang pernah mereka lakukan bersama. Akbar yang ada disarming Gista pun mencoba menguatkan Gista. Walau dirinya sendiri sebenarnya bersedih. Walau kejadian penculikan sudah berlalu, Akbar masih merasakan rasa sakit yang begitu dalam. Akibat balas dendam seseorang ada nyawa yang tak berdosa yang menjadi korbannya. “ Kita harus kuat Gis, kita tak boleh menyia-nyiakan pengorbanannya. Aku yakin Allah punya rencana yang lebih indah untuk keluarga kita dan untuknya Gis, Allah lebih sayang padanya.” “ Iya mas.” Jawab Gista dan langsung emeluk suaminya. “ Papa …… mama.” Panggil gadis kecil yang berlari kearah orang tuanya. “ Dania.” Ucap Ak
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


