22. IKD

1836 Kata

Gista menangis di kamar setelah pertengkaran yang dilakukan dengan orang tua dan suaminya. Tatapannya kali ini fokus pada Dania putrinya yang tetidur lelap. Mama Gista ternyata mengikuti putrinya, dia melihat putrinya sedang menangis sambil memandangi cucunya, perasaanya merasa sedih melihat nasib putrinya yang begitu lika-liku. “ Gis.” Panggil sang mama yang langsung mendekati putrinya dan Gista langsung menghapus air matanya. “ Mama.” Tatapan mama langsung mengarah pada Dania yang sedang tertidur lelap diranjang. “ Sayang mama rindu banget sama kamu, mama benar-benar bersyukur Gista kembali sayang, mama mohon jangan pergi lagi tetaplah disisi mama nak.” Mama kembali memeluk putrinya. “ Maafin Gista ma, Gista tahu Gista salah ngga pernah muncul dihadapan mama dan papa, Gista Cuma bel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN