Cinta sangat menyadari jika sejak tadi ada seseorang yang memperhatikannya. Hanya saja ia masih berpura-pura tidak tahu, karena seseorang yang memperhatikannya adalah Vino. Berteman sangat lama dengan Vino membuat Cinta cepat menyadari kehadiran lelaki itu. Bahkan aroma parfum yang dikenakan Vino saja Cinta sudah sangat menghafalnya. Selesai memasukkan buku tulis terakhirnya ke dalam ransel, Cinta segera memakai sweater pink miliknya dan bangkit berdiri. Ia meluruskan pandangan dan akhirnya bertemu tatap dengan Vino. “Hai!” sapa Vino dengan tangan yang terangkat ringan. Cinta membalasnya dengan senyum kecil sambil melewati lelaki itu lebih dulu. Tak heran jika Vino menunggunya, karena hari ini Ajeng pulang siang lebih awal karena sakit. Ya, begitulah memang lelaki, selalu pandai menc

