Mobil bus berukuran besar itu melaju dengan kecepatan normal. Banyak kursi kosong yang tersedia. Di antara penumpang bus itu, ada Dewa dan Cinta yang duduk di dua kursi belakang. Waktu ikut berlalu hingga tanpa terasa telah menunjukkan pukul delapan malam. Saking lelahnya, Dewa tertidur. Ia tidur dengan nyenyak dengan menyandarkan kepalanya di atas bahu Cinta. Gadis itu hanya diam dan tidak melakukan apa-apa. Ia membiarkan lelaki itu tertidur dengan tenang, tanpa ada gangguan. Cinta tersenyum kecil, mendengar dengkuran halus lelaki itu. Sepertinya Dewa memang benar-benar terlelap. Perlahan, jemarinya menyentuh kening Dewa. Menyingkirkan anak rambut yang berada di depan kening lelaki itu. Gadis itu juga membenarkan posisi jaket yang ia lekatkan pada bagian depan tubuh Dewa. Kaca jendela b

