29 | Believe

1079 Kata

“Jangan dilihat,” ucap Tama pelan. Saat tangannya terulur menyentuh bahu Cinta, gadis itu justru menggeser tubuhnya, sehingga ia kembali bisa melihat betapa dekatnya wajah Ratu dan Dewa. “Dewa!!” Tama sontak menoleh saat mendengar Rendra berteriak kencang tak tahu malu. Itu justru membuat mereka menjadi fokus siswa yang awalnya tak terlalu menyadari kehadiran mereka. Dewa menoleh cepat. “Jadi ini yang lo sebut punya urusan?” sindir Rendra sambil melirik tajam ke arah Ratu. “Lo ngapain di sini?” “Gila lo ya? Udah gue bilang, kalau lo cuma main-main sama Cinta, mending nggak usah deketin dia kalau ujungnya cuma lo sakitin bego.” Dewa yang semula ingin membela diri jadi termangu saat ia baru menyadari kehadiran Cinta yang berdiri terdiam menatapnya. Lelaki itu sontak berdiri, namun b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN