Mobil ambulance meluncur membelah jalan dengan sirine yang berbunyi, aku dan adelia duduk bersebelahan sedang kedua iparku duduk di hadapan Ibu. Sesampainya di UGD ibu diturunkan dan langsung di bawah ke ruang tindakan, setelah diberi pertolongan, ibu sadar dan langsung muntah-muntah tak karuan, Adelia kusuruh mengambil baskom untuk menadah isi perut ibu, sedang aku membantunya duduk sambil memijit tengkuk dan mengusap keringatnya. Adelia yang tajs sanggup dengan bau asam dari muntahan ibu langsung kabur ke toilet sambil menahan mualnya. "Ish, dasar manja, dan sok jadi tuan putri," sungutku sambil mengalihkan pandangan pada dua anak ibu yang lain. "Apa yang kalian tunggu, ayo pegangkan baskom itu," suruhku kesal. "Ba-baik, Mbak," jawab mereka gugup. Setelah dokter memasangkan infus d

