Siapa?

934 Kata

Andreas menjambak rambutnya frustasi. Kalau tahu tengah datang bulan, kenapa Sashi berani menggodanya? Sial. Mana sudah tegang lagi. Kasian banget sih burungnya merasa di PHP. "Yang, kamu ngerjain aku?" Sashi menggeleng. "Sengaja mau ajak kamu pulang buat ini. Tapi..." "Baru dapet banget?" Sashi mengangguk polos. "Tadi itu aku sesak pipis. Tahunya berdarah." Shit! Andreas mengusap kasar wajahnya. Kalau tahu begini mana berani Andreas ngambil resiko dari tadi. Yang tersiksa juga burungnya, bukan burung tetangga. "Yaudah," lirihnya sambil menutup mata. Sakit banget ya? Pertanyaan yang bercokol di otak Sashi saat melihat raut Andreas. "Pake yang lain deh..." "Maksud kamu?" Masih dengan mata terpejam Andreas bertanya. Sashi mengecup bibir Andreas lagi. "Pake tangan kan bisa." And

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN