Pacar

949 Kata

Andreas mengetuk pintu rumah Sashi dengan senyum terkembang. Satu tangannya memegang bunga dan satu tangan lagi untuk mengetuk pintu. Sore ini memang dia sengaja bertandang ke rumah Sashi setelah tadi malam niatnya batal karena drama Maminya dan Aris. "Iya, sebentar!" Suara Sashi membuat senyum Andreas semakin lebar. Saat pintu dibuka, Andreas menelan ludahnya susah payah. Sial. Kenapa Sashi harus pakai baju seksi begini sih? Andreas kan jadi membayangkan tubuh indah perempuan itu. Otak m***m Andreas bekerja dengan sangat baik. Membayangkan bagaimana p******a padat berisi itu memenuhi mulutnya. Membayangkan lidahnya memainkan puncak p******a Sashi dan... "Dre!" "Ya?" "Lo kenapa bengong? Ayo masuk." "Oh, ah, iya." Andreas seperti orang t***l saat menjawab ucapan Sashi. Laki-laki itu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN