Setelah puas dengan kegiatan panas di atas ranjang, Andreas merasa kantuk menyerang matanya. Rasanya lelaki itu tidak ingin beranjak dari kasur empuk milik Sashi dan menjauh dari pelukan perempuan itu. "Lepas." Sashi ingin kembali mandi. Badannya terasa tidak nyaman. Pergulatan panas mereka membuat aroma sabun yang tadi menempel di kulit tubuhnya berubah menjadi aroma khas percintaan. "Mau ke mana?" tanya Andreas dengan mata yang terpejam. "Mau mandi lagi. Lengket." "Nanti aja." Andreas semakin mempererat belitan lengannya di tubuh Sashi. "Aku juga laper loh, Dre." Andreas membuka mata untuk melihat raut wajah Sashi. Andreas menghela napas pelan saat wajah tunangannya itu terlihat memelas dan menggemaskan. "Oke, mandi bareng." Sashi mendengkus. "Alamat bakal lama." Andreas terkek

