Mobil Andreas berhenti di depan rumah Sashi. Sashi langsung keluar setelah mengucapkan terima kasih dengan senyuman tipisnya pada Andreas. Pandangan Andreas tidak pernah lepas dari sosok Sashi hingga tubuh perempuan itu hilang dibalik pintu rumah. Andreas menghela napas. Bukannya dia tidak peka. Hanya saja dia bingung ingin berkata apa. Sudah jelas semua perkataan maminya membuat Sashi sakit hati. Jadi Andreas memberi waktu untuk perempuannya sendirian. Kalau dalam situasi normal seperti biasa, Andreas pasti akan bersikeras tetap mengantar Sashi ke kampus. Tapi sekarang? Dia sengaja mengalah dan membiarkan Sashi berangkat sendiri. Lagipula, Andreas tahu Sashi tidak ada jadwal hari ini. Mungkin Sashi tidak tahu kalau jadwal mereka sama setiap hari. Tapi Andreas hafal betul jadwal peremp

