Damasa menggaruk pelipisnya karena bingung. Hampir setengah jam dia duduk di ruang tamu, menemani Fika yang menangis sambil terus mengomel. Fika baru saja memberinya kabar yang mengejutkan. Lebih mengejutkan dari pada Gavin yang mendapatkan hadiah resort dari kakeknya karena dirinya hamil. "Aku harus gimana, Damasa? " Tanya Fika untuk kesekian kalinya. "Ya- aku nggak tau. " Jujur saja Damasa tidak tahu harus menjawab apa. Waktu jam makan siang tiba-tiba Fika datang menemuinya di apartemen. Wajah sahabatnya itu terlihat sedih, dan juga tertekan. Sampai membuat Damasa heran sendiri. Sahabatnya lalu bercerita jika dirinya sebentar lagi akan menikah. Awalnya Damasa biasa saja mendengar hal itu sebab dia tahu Fika mempunyai pacar. Tapi kelanjutan cerita sahabatnya membuatnya kaget l

