“Morning!” ucap wanita yang udah bangun dan sekarang lagi makan pizza yang dibelikan Darren kemarin. Luna tersenyum ke arah suaminya yang baru aja membuka kedua kelopak mata dan mengerjap beberapa kali supaya penglihatannya semakin jelas. “Makasih buat pizzanya, Papa Darren,” lanjut Luna dengan suara yang dibuat kaya anak kecil sambil mengelus perutnya. Seolah-olah yang bicara langsung adalah janin dalam perut yang merupakan anak mereka. Lelaki yang baru bangun tidur itu kini menarik kedua sudut bibir ke atas, kemudian menyahut dengan suara serak khas bangun tidur, “Ya.” “Kamu pulang jam berapa kemarin? Maaf ya, aku ketiduran. Takut ditinggal sendiri jadi dipaksain tidur ... eh malah kebablasan,” cerita Luna sambil ngunyah. “Kamu mau gak? Sini aku suapin.” Darren menyibakkan selimut dan

