Malam ini, Darren duduk di kursi besar yang ada di apartemen. Kursi ini adalah kursi yang pernah Luna minta saat masa ngidam beberapa waktu lalu. Lelaki itu menghela napas, memijat keningnya yang terasa pusing dan berat saat dia mengingat apa aja yang diceritakan Retha padanya mengenai Temmy saat mereka bertemu tadi. Retha menceritakan semuanya, tentang apa yang terjadi dalam masa lalu mereka. Darren awalnya gak percaya dan sempat menyangkal beberapa kali, tetapi wanita itu terus meyakinkan Darren supaya mau percaya padanya. Dia bahkan sampai mengaku kalau orang yang menyebar berita bohong soal Luna adalah dirinya, tapi itu semua adalah perintah dari Temmy. Temmy yang menjadi dalang di balik semua ini, dia yang mengajak Retha buat bekerja sama melenyapkan Luna, memberinya ponsel dan nomor

