Bab 88 - Bintang Bakalan Baik-Baik Aja

1899 Kata

Luna membuka kelopak mata, tersenyum saat melihat Bintang masih berada dalam pelukannya. Wanita itu sempat mengecup kening sang anak sekilas, sebelum akhirnya dia mengubah posisi jadi duduk dan mengikat rambut panjangnya. Jam dinding menunjukkan pukul tujuh pagi. Gorden kamar dan jendela udah dibuka, dan mertuanya gak lagi terlihat di kamar. Pasti wanita itu lagi memasak sarapan untuk mereka. Mamanya Darren tipikal wanita mandiri. Gak mau dibantu selama dia masih bisa melakukannya sendiri. Bahkan dia gak pakai pembantu, karena dia bilang dia bisa mengurus semua pekerjaan rumah seorang diri. Dua hari lalu pas benar-benar sakit, baru Luna yang membantunya ngelakuin pekerjaan rumah. Tapi sekarang dia udah sembuh, jadi kembali aktif bergerak ke sana-sini. Luna mengambil ponsel yang ada di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN