Suara langit yang bergemuruh petir terdengar bersautan, angin semakin bertiup kencang, rintikan air yang semulanya hanya gerimis kini semakin lama semakin berubah menjadi sangat deras. Dalam hitungan detik sekujur tubuh Alen langsung basah terguyur hujan, luka-lukanya itu langsung terasa perih, tetapi Alen tak mempedulikannya, cowok itu masih menunggu Raina disini. Cklek Pintu rumah itu terbuka, keluar lah Cherry dan Raka yang tengah menggendong Raina yang sedang dalam keadaan tidak sadarkan diri. Raka membawa Raina masuk ke dalam mobil yang terparkir didalam garasi. Alen yang semulanya berdiri dihalaman langsung bergerak cepat untuk menghampiri Raina. "Ra!" Raka langsung menutup pintu mobilnya setelah Raina dan Cherry masuk. Cowok itu menatap Alen dengan dingin penuh kecaman. "Lo tau

