Dua Puluh Tiga

1176 Kata

 Motor satria berwarna merah itu terhenti di depan gerbang SMA Budi Perwira. Dengan segera Alfi turun dari motor Rian itu.   "Thanks ya," Alfi mengulurkan helm yang tadi di pakainya pada Rian. Rian menerimanya di iringi dengan senyumannya.   "Sama-sama." Rian masih tersenyum, menampakan sederet gigi putihnya.   "Gue duluan!" Alfi berbalik, berjalan memasuki sekolahnya.   "Alfi tunggu!" dengan segera tangan Rian menarik kembali Alfi, sontak Alfi pun menengok pada Rian.   Cupp.. Sebuah kecupan hangat mendarat di pipi kiri Alfi. Mata Alfi seketika langsung melotot pada Rian, menatap Rian dengan tatapan gaharnya. Seolah tak punya dosa, Rian hanya nyengir kuda. Dan lagi-lagi menunjukan sederet giginya itu. Terus aja nyengir, gak kering apa tuh gigi?  "Aww!!" Rian meringis, ketika kaki Alf

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN