Tiga Puluh Dua

1967 Kata

"Lan, Alfi gimana?" masih dalam posisinya, Satheo tetap menyandarkan kepalanya di pundak Wulan. "Dia gak ngomong apa-apa ke aku." "Bukan itu! Tapi 3 hari lagi dia ulang tahun." Satheo mengangkat kepalanya, lalu menatap wajah kekasihnya itu. "Terus?" Wulan menyeritkan dahinya bingung, karena tak tau harus bagaimana. "Aku punya rencana, pengen bikin dia nangis sambil ketawa." Satheo tersenyum simpul pada Wulan. Wulan semakin bingung dengan kata-kata Satheo ini. "Maksudnya?" "Aku juga bingung maksudnya apa, hehe.." Satheo tertawa pada Wulan. Menunjukan sederert gigi putihnya. Wulan terdiam, memperhatikan tawa Satheo yang begitu manis. Namun bukan karena itu dia terdiam. "Kenapa liatinnya gitu? Terpesona yaa liat aku ganteng banget?" dengan narsisnya Satheo memuji dirinya sendiri. "Pede

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN