*** Anna merenggangkan tubuhnya yang terasa begitu letih. Gadis itu berjalan menuju ruang tamu untuk melakukan aktivitasnya seperti biasa, menonton kartun sembari memakan cemilan kesukaannya. Anna sudah duduk nyaman di atas karpet lembut dengan dua bungkus cemilan di depannya. Matanya tertuju pada kartun yang sedang ditayangkan di layar televisinya, akan tetapi pikiran gadis itu tidak konsentrasi pada kartunnya melainkan pada Nathan. Sepanjang hari ia bekerja, Anna tidak melihat kehadiran Nathan. Melihat mobil yang biasanya terparkir saja ia tidak lihat. Gadis itu tahu jika Nathan sering duduk dalam diam di mobil yang terparkir di dekat toko bunga tempatnya bekerja. Anna tahu Nathan seringkali menguntitnya. Bagaimana bisa ia tahu? Tentu saja dari mobil Nathan yang begitu mencolok. Begit

