*** Aaron jatuh terkulai lemas di lantai dengan banyak luka memar yang baru saja tercipta di sekitar wajahnya. Walau dalam keadaan menyedihkan, Aaron masih sempat-sempatnya tertawa kecil. Pria itu menyeka darah segar yang berada di sudut bibirnya. Aaron meringis kecil dan kembali bangkit walau dengan bersusah payah. “Kenapa?” tanya Aaron pada pria di hadapannya yang kini sedang sangat emosi. “Jangan pernah memiliki perasaan untuknya!” Bentak Nathan sembari mencengkram kerah baju Aaron Aaron terkekeh pelan, “Jika itu masalahnya, jangan marah padaku. Salahkan hatiku yang kembali salah berlabuh,” ucap Aaron dengan raut muka miris pada dirinya sendiri. “Jangan pernah sukai gadisku!” peringat Nathan mutlak. Ada gejolak emosi yang sangat besar di hatinya tapi Nathan tidak bisa melampiaskann

