*** “Aku menemukan Anna.” DEG! Tubuh Anya menegang kaku saat mendengar pernyataan yang dilontarkan Nathan padanya. Raut wajahnya bahkan terlihat pucat sekarang. Pikiran buruk tentang hubungan Nathan dan Anna yang terjalin baik membuat hatinya menjerit. Tangan gadis itu sangat gatal ingin melayangkan pukulan pada wajah Anna karena telah berani menampakkan diri di hadapan Nathannya. “La-lalu, bagaimana hubungan kalian?” tanya Anya untuk memastikan kondisi yang terjadi saat ini. Jika saja Nathan mengatakan hubungan mereka sangat baik atau hal lainnya yang bisa menyakiti perasaannya, maka tak akan segan Anya mendatangi gadis tidak tahu malu itu. “Yea...” Nathan menggantung ucapannya, hal itu membuat Anya mengepalkan tangannya kuat. “Aku juga tidak tahu bagaimana hubunganku dengannya, ku r

