Grizelle berdiri di halaman depan rumahnya. Senyumnya mengembang. Sesekali, Grizelle tertawa sendiri. Ia benar-benar tidak sabar untuk bertemu Gerald. Ya. Pagi ini, Gerald berjanji akan pergi bareng dengan Grizelle. Gerald akan menjemput Grizelle. Suara motor mulai terdengar. Makin lama suara motor itu semakin jelas, jantung Grizelle semakin berdetak kencang. Motor tadi berhenti tepat di depan Grizelle. Orang itu membuka helm nya dan menampakkan wajah Vino. Senyum Grizelle yang tadinya sangat mengembang kini sudah hilang. “K-kenapa kau yang datang?” tanya Grizelle “Gerald menyuruhku untuk menjemputmu” jawab Vino Grizelle mengedipkan matanya beberapa kali. “Kenapa? Kau tidak suka aku yang datang menjemputmu?” tanya Vino “B-bukan begitu” jawab Grizelle “Gerald bilang dia janji baka

