Part 8

1549 Kata
Grizelle memegang perutnya yang terus berbunyi karena lapar. Ini sudah hari ketiga dia tidak makan apapun. ‘Aku akan menyusul papa dan mama kayaknya’ batin Grizelle Grizelle melihat ke arah depan dan melihat ada barang yang terjatuh, dia mengambil barang itu dan melihat seorang laki-laki yang mungkin saja pemilik dari barang itu. “Hei” panggil Grizelle Laki-laki yang sedang bersama dengan teman-temannya itu menoleh ke belakang dan menemukan Grizelle memanggilnya. Betapa kagetnya Grizelle melihat laki-laki itu adalah Gerald. ‘Duh kenapa harus dia sih?’ batin Grizelle kesal Gerald menghampiri Grizelle. “Apa?” tanya Gerald “I-ini” jawab Grizelle sambil menunjukkan barang yang jatuh tadi berupa gantungan kunci “Oh terima kasih” ucap Gerald sambil mengambil gantungan kunci itu Grizelle mengangguk. Gerald segera pergi tapi terasa ada yang menarik bajunya. Dan benar saja, Grizelle menarik baju Gerald. “Apa lagi?” tanya Gerald “Traktir aku makan” jawab Grizelle “Ha?” kaget Gerald Betapa malunya Grizelle mengatakan itu. Tapi dia tidak ada pilihan lain. “Apa kau bilang?” tanya Gerald meminta pengulangan “Traktir aku makan” jawab Grizelle “Atas dasar apa?” tanya Gerald “Aku sudah mengembalikan barangmu yang jatuh, jadi tolong balas jasaku” jawab Grizelle “Oh, kau tidak ikhlas mengembalikan ini?” tanya Gerald “Bukan begitu, aku ikhlas. Tapi aku juga butuh kau membalas jasaku” jawab Grizelle “Kalau begitu ambil saja gantungan kunci ini lagi, aku tidak terlalu membutuhkannya” ucap Gerald dan segera pergi tapi Grizelle menghentikannya lagi “Ku mohon” ucap Grizelle memohon “Aku lapar, aku sudah tidak ada uang lagi” sambung Grizelle “Itu bukan urusanku” ucap Gerald tidak peduli “Oh begitu? Baiklah. Sepertinya aku akan mati karena kelaparan sebentar lagi” ucap Grizelle sambil menundukkan kepalanya Grizelle segera pergi melangkahkan kakinya menjauh dari Gerald. Gerald memutar bola matanya malas. “Kalian pergilah duluan! Aku akan menyusul” ucap Gerald pada teman-temannya “Kau mau ke mana?” tanya Gio “Ada urusan” jawab Gerald dan segera pergi untuk mengejar Grizelle “Woi!” panggil Gerald Grizelle menoleh ke belakang. “Oke” ucap Gerald “Oke apa?” tanya Grizelle “Aku akan mentraktirmu” jawab Gerald Senyum Grizelle mengembang. “Sungguh?” tanya Grizelle meyakinkan Gerald mengangguk. Gerald segera membawa Grizelle ke warung terdekat untuk membelikan Grizelle makanan. Grizelle duduk dan segera memakan makanan yang sudah datang. Grizelle makan dengan lahap. Gerald menatap Grizelle yang makan dengan sangat cepat. Gerald tertawa kecil tanpa suara. “Kau sudah tidak makan berapa hari?” tanya Gerald “Tiga hari” jawab Grizelle “Tapi kenapa kau berubah pikiran?” tanya Grizelle “Apanya?” tanya Gerald balik “Tadi kau menolakku, sekarang kau mengajakku makan” jawab Grizelle “Aku kasihan” ujar Gerald “Kalau begitu teruslah kasihani aku dan belikan aku makanan” ucap Grizelle “Kau pikir aku siapamu?” tanya Gerald Grizelle tertawa. “Kau tinggal di mana sekarang?” tanya Gerald “Di kos kecil” jawab Grizelle “Kau benar-benar tidak ada uang lagi?” tanya Gerald Grizelle mengangguk. “Uangku sudah habis karena menyewa kos. Harga sewanya mahal karena dekat dengan kampus, kalau aku ambil kos yang jauh, aku tidak ada uang untuk terus menaiki angkot atau apapun itu untuk menuju kampus” jelas Grizelle Beberapa menit kemudian, Grizelle selesai makan. “Udah?” tanya Gerald Grizelle mengangguk. Gerald segera membayar makanan dan minuman itu. Mereka keluar dari warung itu. “Terima kasih” ujar Grizelle Gerald mengangguk. “Soal tugas-“ “Temui aku nanti sore jam tiga di taman kampus” potong Gerald “Ha?” kaget Grizelle “Bisa?” tanya Gerald Grizelle mengangguk. “Kalau gitu aku pergi dulu” pamit Gerald dan segera pergi Grizelle menatap kepergian Gerald. Grizelle tersenyum. ***** “Di mana sih dia?” tanya Grizelle pada dirinya sendiri Sekarang sudah jam tiga lewat sepuluh. “Tunggu, apa dia sengaja membuatku menunggu lama?” tanya Grizelle lagi “Ah aku sudah lelah menunggu, padahal baru sepuluh menit” keluh Grizelle Grizelle menghentakkan kakinya ke tanah tanda kesal. “Atau jangan-jangan dia mentraktirku tadi untuk mengerjaiku? Apa dia cuma pura-pura ingin ketemu?” tanya Grizelle dengan dirinya sendiri Grizelle menundukkan kepalanya. “Hei” sapa seseorang Grizelle menoleh ke belakang dan melihat orang itu adalah Gerald. Grizelle menatap Gerald dengan pandangan kesal. “Kenapa?” tanya Gerald “Gak apa-apa” jawab Grizelle “Ini” ucap Gerald sambil memberikan beberapa lembar kertas “Apa ini?” tanya Grizelle “Tugas. Aku sudah mengerjakan hamper semuanya. Kau kerjakan sisanya” ujar Gerald “Kau mengerjakan tugasnya sendiri?” tanya Grizelle Gerald mengangguk. “Sejak kapan?” tanya Grizelle “Sejak kemalangan waktu itu menimpamu” jawab Gerald “Maaf” ujar Grizellle, matanya mulai berkaca-kaca “Kenapa kau nangis?” tanya Gerald “Aku jadi merasa bersalah, aku pasti merepotkanmu” jawab Grizelle “Iya, kau sangat merepotkan ku” ucap Gerald Mata Grizelle semakin berkaca-kaca. “Sudahlah! Jangan menangis” ucap Gerald “Maaf, aku jadi gampang menangis semenjak kejadian itu” ujar Grizelle “Ya, aku mengerti” ucap Gerald “Teman-temanmu ke mana?” tanya Gerald “Siapa?” tanya Grizelle “Dua orang itu” jawab Gerald “Shella dan Bintang?” tanya Grizelle Gerald mengangguk. “Mereka sudah punya teman baru” ucap Grizelle “Aku sudah menduganya” ujar Gerald “Kau sudah menduganya?” tanya Grizelle “Aku sering memperhatikanmu dengan mereka, kau selalu mentraktir mereka. Jelas sekali mereka hanya mau uang mu” jawab Gerald “Yah, kalau dipikir-pikir aku yang selalu mengeluarkan uang. Mereka selalu berkata kalau mereka tidak mempunyai uang. Betapa bodohnya aku” ucap Grizelle “Ya, kau memang bodoh” ucap Gerald Grizelle menatap Gerald kesal. “Tunggu!” ucap Grizelle “Kenapa?” tanya Gerald “Kau sering memperhatikanku?” tanya Grizelle “Enggak” jawab Gerald “Ciee ciee, kau menyukaiku ya?” goda Grizelle “Kan sudah ku bilang tidak” ujar Gerald kesal “Tapi kau bilang tadi kau sering mmeperhatikanku” ujar Grizelle “Apa aku bilang begitu?” tanya Gerald Grizelle memutar bola matanya malas. “Lupain ajalah” ucap Grizelle “Ger, aku bukan mau memorotimu juga, tapi aku benar-benar membutuhkan uang untuk mengerjakan tugas ini. Aku harus memprint, lalu dijilid, dan masih banyak lagi, hehe” sambung Grizelle Gerald memutar bola mata malas. Dan memberikan Grizelle sejumlah uang. “Ini kebanyakan” ucap Grizelle “Untuk makanmu nanti malam dan besok” ujar Gerald “Wah, kau baik juga” ucap Grizelle “Aku pergi dulu” pamit Gerald Grizelle mengangguk. “Terima kasih banyak” ucap Grizelle Gerald mengangguk. “Oh iya” ucap Gerald “Apa?” tanya Grizelle “Aku bukan sengaja membuatmu menunggu lama, tadi aku ada urusan mendadak. Karena itu aku telat” jawab Gerald “Aku juga ikhlas mentraktirmu tadi dan tidak ada niatan mengerjaimu sama sekali, paham?” tanya Gerald Grizelle mengangguk dan Gerald pun pergi. Mata Grizelle membulat sempurna. “Apa tadi dia mendengar ucapan ku?” tanya Grizelle pada dirinya “Sejak kapan tadi dia mendengarnya?” tanya Grizelle lagi “Huaa aku malu sekali” ujar Grizelle “Dia sudah baik tapi aku malah mencurigainya” ucap Grizelle “Dasar manusia tidak tahu diri” ucap Grizelle sambil memukul kepalanya Dari belakang, Gerald belum pergi dan masih memperhatikan Grizelle yang masih mengumpat dirinya sendiri Gerald tersenyum tipis melihat Grizelle. Setelah itu, dia segera pergi meninggalkan Grizelle. ***** “Setelah ini aku harus apa ya?” tanya Grizelle pada dirinya sendiri “Ya ampun! Udah berapa kali hari ini aku berbicara sendiri?” tanya Grizelle kesal Grizelle sedang berada di kosnya sekarang. Jam menunjukkan pukul sembilan malam. Sudah dua jam Grizelle bergelut dengan pikirannya sendiri karena tugas kelompok itu. “Apa aku telepon dia aja ya?” tanya Grizelle lagi pada dirinya sendiri “Enggak-enggak, dia sudah mengerjakan sebanyak ini masa aku harus bertanya lagi” jawab Grizelle menjawab pertanyaannya sendiri “Udah stuck, bodo amat dah” ucap Grizelle sambil mengambil handphonenya Grizelle mencari nama Gerald di daftar kontak panggilannya. Setelah menemukan, Grizelle segera menghubungi Gerald. “Halo” “Halo, Ger” “Ini Siapa?” “Grizelle, hehe” “Oh, kenapa?” “Ini, aku ada masalah sama tugasnya” “Masalah apa?” “Aku tidak tahu harus melanjutkan apa” “Kau-“ “Iya, aku minta maaf. Ini benar-benar dikit lagi kok” “Aku sedang sibuk sekarang” “Terus gimana? Tugasnya harus dikumpulkan lusa” “Besok kau ada kelas?” “Tidak, kosong” “Kalau begitu kita kerjakan besok” “Sungguh?” “Iya” “Oke, jam berapa?” “Pagi saja, jam delapan” “Oke” Gerald mengakhiri panggilan itu. Ada perasaan tenang dalam perasaan Grizelle. ***** “Siapa kak?” tanya Kaila “Bukan siapa-siapa” jawab Gerald “Kak Kiara?” tanya Kaila “Bukan” jawab Gerald “Terus siapa dong?” tanya Kaila “Bukan siapa-siapa” jawab Gerald Kaila mendengus dan pergi meninggalkan Gerald. Gerald menatap kepergian Kaila. Setiap melihat Kaila, Gerald selalu terbayang kejadian waktu itu. Kejadian di mana Grizelle membuli adiknya. Sebenarnya dia masih belum terima soal kejadian itu.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN