Arga dan Papah Jaya bergegas menuju ruangan Dokter Afika. Arga memutuskan untuk tetap merawat Bella di Rumah Sakit. "Ga, kira-kira siapa yang dilihat oleh Bella?" tanya Papah Jaya, memecah keheningan. "Arga tidak tau Pah, tapi Bella terlihat sangat ketakutan Pah," sahut Arga. "Pah, ini ruangannya," Tunjuk Arga, saat dirinya sampai di depan ruangan Dokter Afika. Arga mengetuk pintu ruangan. Terdengar suara dari dalam yang memintanya masuk. "Ayo Pah!" ajak Arga. "Maaf menggangu Dok," ucap Arga, saat sudah memasuki ruangan. "Tidak apa-apa Pak, silahkan duduk!" sahut Dokter Afika ramah. "Begini Dok, saya tidak jadi membawa istri saya pulang. Istri saya dirawat di sini saja," ucap Arga memberitahukan maksudnya. "Alhamdulillah kalau begitu Pak. Memang seharusnya begitu, keadaan Bu Bella

