Arga hanya bisa menahan tawanya saat mendengar penuturan Papahnya. Ingin rasanya aku tertawa, tapi takut dosa. Batin Arga, yang kini sudah mulai bisa sedikit tenang setelah kedatangan kedua orangtuanya. "Selamat siang. Keluarga pasien yang sedang hamil?" tanya seorang Dokter yang diketahui bernama Afika dari name tag di d**a kanannya. "Saya Dok, saya suaminya," sahut Arga mendekat. "Kalau saya Papah mertuanya Dok," sahut Papah Jaya juga, yang langsung mendapat cubitan dari Mamah Lidya. Arga hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya saja melihat tingkah kedua orangtuanya. "Apa kita bisa bicara? Ada sesuatu yang ingin saya sampaikan," sahut Dokter Afika. "Bisa Dok," jawab Arga cepat. "Kita ke ruangan saya saja. Mari Pak!" ajak Dokter Afika. "Eh, maaf Dok. Apa menantu saya baik-baik

