Saat ini Rio melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh. Emosinya benar-benar meledak saat dirinya merasa dihina habis-habisan di rumah Arga. "Argh, b******k! Awas saja nanti kalian semua! Kalian sudah melakukan penghinaan besar padaku hari ini. Lihat saja dan tunggu!" maki Rio, beberapa kali memukul-mukul stir mobilnya. Saat ini tujuan Rio hanya satu, pergi ke tempat hiburan untuk menenangkan pikirannya. Saat Rio sedang menyetir mobilnya, tiba-tiba saja ponselnya berbunyi. Dengan sangat malas Rio melihat layar ponselnya. "Aduh, kenapa lagi dia telepon? Ganggu saja!" gerutu Rio dengan sangat terpaksa menjawab panggilan yang ternyata dari Mila. "Hello, ada apa?" tanya Rio kesal. "Kamu dimana? Kenapa nada bicara kamu seperti itu?" tanya Mila bertanya balik. "Aku lagi di jalan, ada apa?"

