Dua Puluh

1031 Kata

Setelah Rio pulang, Adrian langsung bergegas menuju kamarnya, perasaannya sungguh sangat kesal saat ini. Ditambah lagi dengan sikap istrinya yang menurutnya tidak pernah menurut dengan dirinya. "Mau Mamah apa sebenarnya? Kenapa Mamah tidak pernah mau sejalan dengan pemikiran Papah?" tanya Adrian melampiaskan kekesalannya. Mamah Rio yang saat itu sedang sibuk dengan ponselnya, tidak terlalu menghiraukan Adrian, ia merasa bosan dengan sikap suaminya itu. Melihat hal itu, amarah Adrian semakin meluap-luap. "Mah, kamu dengar Papah tidak?" tanya Adrian lagi. "Dengar," sahut Mamah Rio singkat. "Lalu, kenapa Mamah tidak pernah setuju dengan rencana Papah? Mamah selalu saja membangkang. Apa Mamah tidak takut dosa, jika selalu membantah suami? Papah heran dengan Mamah." ucap Adrian. Mamah Ri

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN