Dua Puluh Sembilan

1083 Kata

Bella berjalan cepat menuju luar toko untuk mendinginkan pikirannya, hatinya entah mengapa begitu panas dan cemburu saat mendengar nama perempuan lain disebut oleh Nessa. Bella memang tidak pernah mengetahui sebelumnya masalah percintaan atau hubungan Arga dengan wanita lain. "Kenapa aku cemburu begini, sih? Aku juga belum tau pasti, siapa Om Arga perempuan bernama Dinda itu? Dari pada aku seperti ini, lebih baik aku membicarakannya langsung dengan Om Arga," batin Bella, mencoba berpikir dewasa kali ini. Setelah pikirannya sudah mulai dingin, Bella segera masuk kembali kedalam toko untuk menemui Arga. Bella terus berjalan menyusuri ruangan toko itu, hingga sampai didepan ruangan Arga. "Om, apa aku boleh masuk?" tanya Bella, sambil mengetuk pintu ruangan Arga. Arga yang didalam ruangan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN