47. Aku Bersumpah

1705 Kata

Mbok Sati menoleh ke samping dan terkejut sambil menyentuh dadanya. Hampir saja jantungnya berhenti berdetak melihat tatapan mata Shalom yang seolah menusuk ke dalam jantungnya. "Ma-maksud, Nyonya?" tanya Mbok Siti terkejut. "Sejak pertama kali saya pulang ke rumah ini. Saya sudah berniat untuk menjodohkan Raga dan Oza. Jadi, Bibi jangan macam-macam," jelas Shalom dingin. "I-iya, Nyonya, maaf." Mbok Siti menundukkan kepalanya semakin dalam menyembunyikan wajahnya. Sementara Shalom mengambil gelas yang tersedia di meja dan menuangkan air hingga penuh. Dengan nafas yang tersengal, wanita itu menenggak air itu hingga habis dalam satu kali tarikan nafas. Setelah gelas kosong, ia menghentakkan gelas ke meja dan langsung angkat kaki dari sana. "Mbok," lirih Sati. Gadis itu mendengar perkat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN