“Hei, bangun, Bocah. Siapa yang mengizinkanmu tidur sembarangan di sini, huh.” Melihat Ian tidak kunjung membuka mata, bergerak pun tidak, Alice menendang kaki lelaki itu. Ujung sepatu runcingnya langsung memberikan nyeri yang membuat Ian kembali dari mimpi begitu saja, tidak ada kelembutan sama sekali. Ketika pupil merah Ian menangkap figur angkuh Alice berdiri di hadapannya, dia sedikit kikuk menoleh sekitar sebelum merenggangkan tubuhnya yang terasa sangat pegal. Didampingi Egidio dan Eun Hee, Alice menatap Ian dengan wajah normalnya yang selalu menyorotkan keangkuhan. Bagi Ian, tidak aneh melihat kehadiran Alice. Wajar bagi seorang kakak untuk mengkhawatirkan adiknya. Terlebih, sudah tertera jelas bahwa hubungan Alice dan Lizzy dekat, hampir senormal saudara kandung pada umumnya. Y

