Lizzy bisa menganggap strateginya berhasil. Ian tidak mengejarnya seperti penggemar fanatik lagi. Segala sikap dan perilakunya kembali seperti semula, seorang lelaki menyebalkan yang arogan. Situasi akademi pun kembali normal. Tidak ada pertunjukkan gila Ian dikejar-kejar penggemarnya. Tidak ada Ian yang terpergok menguntit Lizzy. Segalanya kembali normal, sesuai keinginan Lizzy. Sepertinya dia harus memberikan pujian dan hadiah kecil untuk Peter selaku pemberi ide. Saran asal-asalan lelaki itu yang sebelumnya diragukan oleh Lizzy ternyata membuahkan hasil yang memuaskan. “Keren sekali. Kapan-kapan ajak aku ke sana. Curang sekali kau pergi sendirian tanpa mengajakku.” Kelvin terkekeh. “Jangan salahkan aku. Kau sibuk sekali menyiapkan perkemahan.” “Dan kau seharusnya paham bahwa aku

