“Kalian tidak ada yang berguna.” Tensi udara di ruangan menjadi semakin berat sesaat setelah Arthur bersuara. Suhu yang telah dingin, terasa semakin dingin hingga seolah akan mencekik leher siapa pun. Mengiringi suhu tersebut, tiap ancaman yang tersirat di suara Arthur menjanjikan siksaan pada mereka. Arthur tidak pernah main-main, lantas bodoh bagi siapa pun yang berani menantangnya. Sayang sekali, sudah terlalu terlambat untuk menyadarinya dan melarikan diri. Arthur sudah menguasai mereka dari awal. “Apa yang telah kulakukan pada kalian, apakah masih kurang?” desis Arthur, nadanya semakin mengancam. “Bisa-bisanya kalian setolol ini melawan anak kecil?!” “Sudah terlambat untuk marah-marah, Gilbert,” sahut Duke Alderidge, mendengus dalam hisapan cerutunya. “Faksi ini sudah tidak berd

