BAB 131

2178 Kata

“ARGH!” “AMPUNI KAMI! KAMI TIDAK TERLI—ARRRGHH!!!” “M—Monster!” Arthur mendengus sambil menyeka sudut bibirnya yang terkena cipratan cairan merah kental sesaat setelah mengayunkan pedang. Secara keji, mata birunya menatap tajam ke belasan pria tak berdaya di hadapannya yang rata-rata tidak memiliki anggota tubuh yang lengkap lagi. Menanggung rasa sakit yang mengerikan, para pria malang itu berusaha memohon pengampunan dari Arthur yang berdiri menjulang di hadapan mereka bak malaikat kematian. Pengampunan? Arthur tidak sudi. Mereka sudah berani-beraninya berulah sampai mengusik kehidupan Arthur, Arthur tidak akan diam. Jika saja sejak awal mereka tidak berulah, Arthur tidak perlu repot-repot menginjakkan kaki di tempat kumuh dan mengeluarkan tenaga sia-sia. Tidak tahu saja mereka be

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN