“Kalian yakin barusan tidak ada yang memergoki kita? Bagaimana jika—” Darren mengacungkan telunjuk tepat di bibir Lizzy, menyela. “Kau sudah menanyakannya berkali-kali.” Lizzy mengerjap cepat sebelum menoleh sepenuhnya ke Darren. “Ya, karena tadi kita—” “Sshh,” desis Darren sambil menekan bibir Lizzy menggunakan telunjuk. “Sudah, cukup. Mau kau tanyakan sampai seribu kali pun jawabannya tidak berubah, Lizzy.” Mau bagaimana lagi? Lizzy tidak pernah melakukan hal ilegal seperti ini di sepanjang hidupnya. Lebih spesifiknya lagi, melarikan diri. Jangankan melakukan, kepikiran untuk melakukannya saja tak pernah. Lizzy terlalu disiplin aturan dalam hidupnya hingga kini dibawa melarikan diri oleh teman-temannya dari rumah sakit membuatnya ketar-ketir. Memang benar dia berniat menggoyahkan

