“Aku tidak tahu menjadi petugas perpustakaan ternyata sesibuk itu.” “Begitulah. Awalnya, aku juga menduga begitu. Nyatanya, berbanding terbalik.” Lizzy tersenyum manis. “Bukankah itu bagus untukmu, Noah? Kau bisa sering mengunjungi perpustakaan tanpa perlu diherankan oleh orang-orang. Kau beruntung.” “Ya, kurasa begitu,” Noah terkekeh pelan, “aku merasa menjadi penguasa perpustakaan, kau tahu?” “Aku dapat melihatnya dengan jelas.” Ketika Lizzy menginjakkan kaki di perpustakaan menengah pertama, jarum jam tengah menunjuk pukul setengah enam sore. Tiga puluh menit sebelum jam operasional perpustakaan berakhir. Tidak menemukan kehadiran Lady Sherman, melainkan Noah, kini keduanya terjebak perbincangan di perpustakaan yang harus segera ditutup. Dalam sekejap, Lizzy melupakan tugas ya

