Ketika Ian memutuskan memantapkan tekadnya untuk menjelaskan insiden tujuh tahun silam, dia sangat siap menghadapi rasa traumanya. Trauma yang didatangkan dari perlakuan dingin Arthur dengan segala ketajamannya itu telah siap memporak-porandakan kepala Ian lagi. Mengguncang segala sisi dalam diri Ian tanpa sisa hingga Ian tertekan. Ian sudah siap melalui rasa sakit itu lagi. Akan tetapi, Lizzy justru menghalanginya. Itu aneh. Ian masih ingat tunangannya mengajukan syarat penjelasan insiden tujuh tahun silam sebelum bisa berpasangan di pesta. Tujuh hari lalu, Ian tidak dapat langsung memenuhinya karena terlalu terkejut. Tujuh hari kemudian sampai hari pesta, Ian tetap tidak mampu memenuhinya karena masih belum siap. Kini, tepat pada malam pesta, ketika Ian sudah siap menghadapi traumany

