Hari kedua perkemahan diawali oleh jelajah alam usai sarapan. Rutenya cukup sederhana namun jarak yang ditempuh tak bisa diremehkan. Berkat koordinasi Ian, Devon, guru pembimbing dan pengelola lokasi, rute itu pun lahir. Jika segalanya lancar, jelajah alam ini akan selesai tepat saat jam makan siang. Tetapi, Ian tidak bisa berharap terlalu banyak pada murid-murid yang termasuk amatiran di kegiatan ini. “Astaga, kita sudah sampai di mana? Kenapa aku berpikir kita tidak mengalami kemajuan sama sekali?” “Bukankah ini jalan yang baru saja kita lewati sebelumnya?” “Jangan bodoh, kita berada di jalur yang benar sesuai peta!” Dari pos jaga, Ian menyaksikan kelompok kesekian yang jatuh dalam kericuhan antar anggota. Masalah yang mereka perdebatkan tidak jauh berbeda, salah arah bercampur r

