Karena tadi sore tertidur cukup lama, akibatnya Agnia tidak mengantuk sama sekali di jam sepuluh malam. Tidak ada satu pun snack, Ravindra sengaja tidak meminta Asti untuk membeli camilan tersebut karena tidak baik bagi kandungan Agnia. Oleh karena itu, Agnia membuat camilannya sendiri. Di sebrang sana, Mirza tak bosan menemani kekasihnya melalui video call. Awalnya ia merasa aneh dan tak setuju perihal Agnia menempati kamar Ravindra, tapi ia berusaha mengenyahkan perasaan tak nyamannya. Ravindra tidak menginap di sana, tidak ada yang harus ia khawatirkan, bukan? “Padahal tadinya besok aku mau pulang, tapi ya males kalo ada mereka.” Mirza terlihat kesal. “Kenapa harus mereka yang kamu pikirin, sih? 'Kan ada aku.” Agnia mengeluh, tapi tatapannya fokus pada kentang yang sedang diirisnya.

